Cerita dewasa 17tahun foto bugil video sex video bokep 3gp telanjang

Gara-gara Harnet

Berada di kategori : Setengah Baya

Melihat gelagat seperti itu, kedua tanganku yang tadinya menggengam rambut kulepaskan, namun kuremas-remas rambut tersebut di atas kedua payudaranya, sementara wajahku kutempelkan ke tengkuknya yang putih mulus. Nafasku semakin tidak beraturan, sementara Bulik Anna membalas. Tangan sudah bereaksi melorotkan celana pendek dan CD-ku sambil menyambar penisku yang sudah tegang. Kedua belahan rambutnya kini kususupkan ke dalam dasternya yang ternyata dia tidak memakai BH, sehingga langsung bersentuhan dengan kedua payudara Bulik, dan tanganku semakin leluasa meremas-meremas rambut dan payudara sekaligus sambil tengkuknya kuciumi.

Bulik Anna yang sudah mulai terangsang, tanpa berkata-kata langsung membalikkan badan. Penisku yang dari tadi dipegangnya langsung dikocok-kocok dengan lembut, kemudian dia berjongkok menjilatinya. Sementara itu tangganku tetap mempermainkan rambutnya yang lebat tergerai.
“Auh.. uh..!” rintihku menahan kenikmatan, sementara Bulik sibut dengan aktivitasnya.
Pennisku dikulum-kulum bak “lolypop”, “Ah.. auh.. Bulik.., Aku sudah ngga tahan nih..!”
Dia tidak menjawab, malah semakin keras menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tanpa dapat kubendung lagi, muncratlah cairan putih kental ke mulutnya sambil tanganku tetap menjambak rambutnya yang sudah tergerai tidak beraturan.


Elena, sebuah kerinduan

Berada di kategori : Cerita 17Tahun

Eline mengejang sampai beberapa saat kemudian akhirnya tubuhnya terkulai lemas. Aku sendiri sudah mulai mendaki ke puncak, tanpa memberi waktu Eline beristirahat, segera aku tancap gas. Goyanganku makin kupercepat sambil mulutku kembali memagut mulutnya. Setelah berdiam beberapa waktu Eline kembali naik. Lumatanku dibalasnya dengan ganas.
Sementara tanganya meremas-remas rambutku. Dengan penuh perasaan tanganku meremas dan memilin dadanya.

“Pplepp… ploppp… pplepp…“, terdengar bunyi kecipak basah.
Batangku terasa penuh menyesaki lubang kemaluannya. Gesekan kemaluan kami sungguh terasa nikmat. Akhirnya tubuh Eline kembali menegang. Aku sendiri merasakan ada aliran hangat mengaliri batang kemaluanku menuju ujungnya.
“Ahhh… Ferrr… Ouhh…“, Eline mengejang sambil menggigit bibirnya, tangannya memelukku erat.
“Serrr… seerr“, terasa aliran hangat dalam kemaluannya.
Kutekan penisku dalam-dalam sampai pangkalnya.
“Arrgghh… hhh…“
“Croott… crooottt… crroottt…“, beberapa kali penisku menyemburkan lahar panas di rongga kemaluannya.
“Aahh..“


Cerita Dewasa : Gairah istri simpanan

Berada di kategori : Cerita 17Tahun

Saya mencabut penis di kemaluan Teh Ana. “Teh, kita pindah di bed yuk..” sambil saya bopong tubuh sintalnya yang mulus, saya baringkan dia di tempat tidur nomor 1 yang ada di kamar itu, kemudian saya balikkan, tubuhnya dan posisi menungging, kemaluan dan sebagian klitorisnya mendongak seolah menantang. “Ayoo hantam aku..” saya tunggangi Teh Ana, seperti seorang Joki, lalau saya masukkan batangan saya dengan tidak merubah ritmenya, tetap santai tetapi tetap menghujam sampai ke dasarnya. Saya raba payudaranya yang bergoyang-goyang karena dorongan saya dari belakang. “Teruusshh.. ssshh.. ahhh.. shhh..” ceracau Teh Ana benar-benar membuat saya semakin asyik menggoyang pantat, menghujam vaginanya yang sudah benar-benar banjir. “Ahhh… sshhh…” saya juga merasakan penisku berdenyut. “Aahhh… agghhh…” Teh Ana memutar-mutar pantatnya sehingga saya benar-benar merasakan nikmat yang luar biasa. Sedotan vaginanya begitu melambungkan perasaan.


Cerita Dewasa : Kulit Putih Kakak Pacarku…

Berada di kategori : Cerita 17Tahun, Cerita Pemerkosaan

Tags: Cerita Dewasa, Cerita Seru, Cerita Panas, Cerita 17 Tahun

Hah! Tak terpikir, posisiku ini benar-benar seperti berniat memperkosa Marta. Dan, Marta sepertinya pantas untuk diperkosa. Separuh tubuhnya telah kutindih. Dia terduduk di sofa, aku di atasnya dengan posisi mendudukinya namun berhadapan. Kakinya hanya bisa meronta namun tak akan bisa mengusir tubuhku dari pinggangnya yang telah kududuki. Tangan kanannya masih dalam kondisi tercengkeram dan ditekan ke sofa, tangan kirinya hanya mampu menggapai-gapai wajahku tanpa bisa mengenainya, mulutnya tersekap.

Tubuh yang putih itu dengan lehernya yang jenjang dan sedikit muncul urat-urat karena usaha Marta untuk vaginaik, benar-benar membuatku dilanda nafsu tak kepalang. Aku berpikir bagaimana memperkosanya tanpa harus melakukan berbagai kekerasan seperti memukul atau merobek-robek bajunya. Dasar otak keparat, diserang nafsu, dua tiga detik kemudian aku mendapatkan caranya.

Tanpa diduga Marta, secepat kilat kulepas cengkeraman tanganku dari tangan dan mulutnya, namun belum sempat Marta bereaksi, kedua tanganku sudah mencengkeram erat lingkaran celana pendeknya dari sisi kiri dan kanan, tubuhku meloncat mundur ke belakang.

Kaki Marta yang meronta-ronta terus ternyata mempermudah usahaku, kutarik sekeras-kerasnya dan secepat-cepatnya celana pendek itu beserta celana dalam pinknya. Karena kakinya meronta terus, tak sengaja dia telah mengangkat pantatnya saat aku meloncat mundur. Celana pendek dan celana dalam pink itu pun lolos dengan mudahnya sampai melewat dengkul Marta.

Anda mempunyai usaha atau anda ingin mempromosikan website anda? Masukkan iklan anda di Iklan Baris atau Iklan Baris Gratis. | Cerita 17Tahun


Cerita Dewasa : Senandung Masa Puber

Berada di kategori : Cerita 17Tahun, Cerita Dewasa

“Sis kamu duduk aja yah, aku mau ciumin tempik (vagina) kamu”, kataku tanpa basa basi. Aku langsung menaikkan roknya keatas tanpa melepasnya hingga terlihatlah celana dalamnya berwarna merah jambu dengan gambar bunga bunga kecil merangsangku semakin hebat saja. Aku langsung mencium tempiknya yang masih terbungkus celana dalamnya menghirup wangi khas tempiknya (aku paling suka mengintip celana dalam cewek kecil atau mini set, BH mini yang bergambar lucu lucu). Aku lama lama memandangi daerah tempiknya yang masih terbungkus dengan celana dalam bergambar bunga itu. Lalu tanganku pun menurunkan celana dalamnya sampai terlepas hingga terlihat tempik sempit nan indah dengan bulu tipis tipis. Sehingga tanpa sadar aku pun berkata takjub.
“Sis.. oh Sis kok semakin indah sih sayang, aku boleh menciumnya nggak sih?”, tanyaku sambil meraba tempik Siska.
“Iya sayang, cium dan, milikilah aku sudah nggak tahan”, kata Siskaku menahan gairahnya.
Lalu akupun menciumnya perlahan lahan. Aku menciumnya dan tanganku yang kanan naik meremas payudaranya yang sudah tak berpenutup itu. Lama lama aku menjilati tempiknya dengan sedikit melumatnya kasar sehingga Siska merintih rintih kenikmatan.
“Shhh… Ndraa.. ayo yang keras enak banget Ndra…”, rintihnya sambil meremas remas rambutku dan menekan kepalaku ke tempiknya. Aku melepas jilatanku pada tempiknya saat dia menikmati jilatanku dengan tiba tiba hingga membuatnya terengah engah.

Anda mempunyai usaha atau anda ingin mempromosikan website anda? Masukkan iklan anda di Iklan Baris atau Iklan Baris Gratis. | Cerita 17Tahun