Tags: Cerita Dewasa, Cerita Seru, Cerita Panas, Cerita 17 Tahun
Aku masih terbengong menikmati cantiknya wajah dan keseksian tubuhnya, lalu dia menciumi mukaku, aku sudah tidak bisa menahan diri lagi, kutarik tubuhnya sehingga menindih tubuhku, buah dadanya terasa menempel didadaku. Kami berciuman, sementara tanganku mulai meraba tali BH dibelakang dan melepas kaitannya, terus terang tanganku agak gemetaran sehingga perlu perjuangan untuk melepas kaitan di punggungnya.
“Ah Abang nakal,” desahnya disela sela ciuman kami, tapi dia tidak perduli ketika BH-nya aku tarik ke samping sehingga terlepas dan kulempar ke sofa.
Terasa buah dadanya menempel langsung ke dadaku, betapa hangatnya tubuhnya, dia terus menciumiku, kemudian turun ke leher, hingga sampai ke dadaku, dijilati dan diisapnya puting sebelah kananku (merupakan titik rangsangan paling sensitif bagiku).
‘Gila, ganas juga ini cewek’ pikirku sambil memainkan puting buah dadanya.Hot banget, aku sudah tidak tahan lagi, ingin kubalikkan tubuhnya dan gantian untuk menikmati keindahannya tubuhnya. Tapi sebelum itu terlaksana, dia langsung turun kebawah, menarik celana dalam Jockey putih ku, sehingga nongollah penis yang dari tadi tertekan celana dalam.
“Wow very big, very very big,” gumamnya sambil memegang penis 17 cm-ku.
Terlihat tangan putihnya begitu mungil dan sangat kontras dengan penisku yang kecoklatan. Dikocoknya penisku dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya mengusap pangkal penis dan kantong pelir dibawahnya, sambil dia duduk di antara selangkanganku yang aku buka lebar. Sekarang terlihat begitu jelas bentuk buah dadanya begitu jelas, begitu indah dan padat lagi.
“Tetekmu bagus,” kataku sambil menggumam tidak jelas.
Dia terus melihatku sambil tersenyum manis, aku gemes melihat bibirnya yang indah itu, tanpa sadar bahwa barusan aku mengulum bibir itu.
“Terima kasih,” katanya sambil terus mengocokku, hingga keluar cairan putih bening karena begitu terangsang.
Tiba tiba dia menunduk dan menjilat kepala penisku yang basah itu terus turun ke pangkal penis selanjutnya turun lagi hingga mendekati anus.
“aahh” aku menggeliat kegelian atau keenakan atau apa aku sudah tidak tahu lagi mengatakannya.

iklan baris | iklan baris gratis | Cerita 17Tahun

