Tags: Cerita Dewasa, Cerita Seru, Cerita Panas, Cerita 17 Tahun
Evo adalah cowok baruku. Orangnya ganteng da sangat perhatian terhadapku. Kami baru jadian sekitar 3 minggu yang lalu. Tapi dia sudah beberapa kali menikmati tubuhku. Yup.. Aku memang cewe yang liberal. Aku menyerahkan keperawananku sama mantanku sewaktu SMA dulu. Jadi bagiku sex bukan hal yang terlalu tabu. Tapi aku masih tahu tata krama. Aku gak sembarang tidur dengan cowo. Aku gak mau dicap cewek gampangan. Aku hanya mau ML sama orang yang benar-benar kucintai. Ya.. Seperti Evo ini. Dia lumayan bisa memuaskanku. Hampir di setiap kesempatan kami selalu mereguk kenikmatan duniawi.
Maka segera kuganti bajuku. Aku ingin tampil sexy di depan Evo. Segera kugunakan celana pendek putih semi transparan yang ketat. Saking ketatnya terasa CD-ku tercetak di sana. Pantatku yang bulat sekal terlihat indah menonjol. Kemudian kugunakan tanktop putih ketat juga. Aku bercermin, lumayan sexy juga, batinku. Payudaraku yang lumayan besar tercetak di bajuku. Malah karena saking kecilnya bajuku itu, jika aku bergerak-gerak dadaku juga terayun kesana kemari. Aku senang sekali melihatnya. Pasti Evo suka melihatnya. Aku tak sabar ingin cepat-cepat berjumpa dengannya.
Beberapa saat kemudian kudengar suara bel berbunyi. Itu pasti Evo. Aku, bercermin sebentar memastikan penampilanku lalu membuka pintu. Benar saja, Evo sudah ada di depan pintu apartemenku yang masih terkunci. Aku berlari-lari menuju pintu untuk membuka pintu apartemen, hal itu otomatis membuat dadaku terayun kesana-kemari. Evo pasti melihatnya dengan jelas karena jarak yang tidak terlalu jauh. Dadaku bergerak-gerak dengan bebasnya.
“Halo Sayang..†katanya. Dipamerkannya senyum manisnya.
“Halo juga. Silahkan masuk, Say†kataku mempersilakannya masuk ke apartemen.
Dia mengikutiku dari belakang. Aku bisa pastikan matanya tidak akan lepas dari pantatku yang bergoyang kesana-kemari dengan indahnya. Kemudian aku menutup pintu apartemen dan menguncinya. Tangan Evo sudah memeluk aku dari belakang, kemudian Evo membalikkan tubuh aku.
“Kamu sexy sekali hari ini, Sayang†katanya sambil mendekatkan bibirnya ke mulutku. Segera kusambut bibirnya dan kami melakukan french kiss.
“Terima kasih†jawabku sambil kembali menciumnya, kali ini ciuman kami makin dahsyat. Sambil menciumi bibirku, tangannya perlahan-lahan menjamah dadaku. Aku semakin ganas membalasnya. Ketika tangannya mulai menyusup ke dalam tank topku, segera kuhentikan.
“Sabar dulu dong, Say. Ga sabaran amat†ucapku sambil menjauhkan tubuhku darinya.
“Mending duduk dulu, aku buatkan minum ya?â€, lanjutku lagi.
Aku sengaja menahan kenikmatan tadi, padahal sebenarnya aku juga sudah ingin sekali. Dia hanya mengangguk lalu pergi menuju sofa. Segera kubuatkan minum dan memberikanya kepadanya. Softdrink yang kusuguhkan langsung dihabiskannya. Kemudian matanya menatapku. Aku tahu maksudnya. Maka aku pindah ke sebelahnya, lalu diciumnya bibirku. Aku hanya bisa memejamkan mata menikmati bibir lembutnya. Kemudian dia peluk aku dan tangannya mulai meremas-remas dadaku. Aku mulai merem-melek sambil memutar badanku.
Sekarang aku duduk di paha Evo berhadap-hadapan. Kembali kami berciuman dengan penuh gairah. Lidah kami saling beradu. Perlahan bibirnya turun ke pipiku lalu ke leherku. Diciumnya leherku. Lidahnya menari-nari dari ujung leherku ke ujung yang satunya lagi. Hal itu membuatku seperti cacing kepanasan saking nikmatnya. Tangannya tidak tinggal diam. Diremas-remasnya dadaku yang mulai mengeras. Tangannya sungguh lihai meremas-remas payudaraku sehingga membuatku makin menggelinjang. Aku tak tahan hingga kembali kulumat bibirnya. Lidahku beradu dengan lidahnya lagi. Aku sudah tidak tahu kapan pertama kali aku semahir ini melakukan ciuman.

iklan baris | iklan baris gratis

